MAKALAH KERAJAAN SINGOSARI
MAKALAH
SEJARAH KERAJAAN SINGOSARI

Kelompok :
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya
kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah
tepat pada waktunya yang berjudul “Sejarah Kerajaan Tarumanegara & Kerajaan
Holing (Kalingga).”
Makalah ini berisikan
tentang informasi Kerajaan Tarumanegara & Kerajaan Holing (Kalingga).” Kami
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan
terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan
makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala
usaha kita. Amin.
Semin, ................................
2017
Penyusun
PEMBAHASAN
A.
Sejarah
Kerajaan Singasari adalah sebuah kerajaan Hindu Buddha di Jawa Timur yang
didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 M. Lokasi kerajaan ini sekarang
diperkirakan di daerah Singosari, Malang. Kerajaan Singasari hanya sempat
bertahan 70 tahun sebelum mengalami keruntuhan. Kerajaan ini beribu kota di
Tumapel yang terletak di kawasan bernama Kutaraja. Pada awalnya, Tumapel
hanyalah sebuah wilayah kabupaten yang berada dibawah kekuasaan Kerajaan Kadiri
dengan bupati bernama Tunggul Ametung. Tunggul Ametung dibunuh oleh Ken Arok
yang merupakan pengawalnya.
Keberadaan Kerajaan Singosari dibuktikan melalui candi-candi yang banyak
ditemukan di Jawa Timur yaitu daerah Singosari sampai Malang, juga melalui
kitab sastra peninggalan zaman Majapahit yang berjudul Negarakertagama karangan
Mpu Prapanca yang menjelaskan tentang raja-raja yang memerintah di Singosari
serta kitab Pararaton yang juga menceritakan riwayat Ken Arok yang penuh
keajaiban. Kitab Pararaton isinya sebagian besar adalah mitos atau dongeng
tetapi dari kitab Pararatonlah asal usul Ken Arok menjadi raja dapat diketahui.
Sebelum menjadi raja, Ken Arok berkedudukan sebagai Akuwu (Bupati) di Tumapel
menggantikan Tunggul Ametung yang dibunuhnya, karena tertarik pada Ken Dedes
istri Tunggul Ametung.
B.
Raja-raja yang Pernah Berkuasa
Ada dua versi yang menyebutkan silsilah kerajaan Singasari alias Tumapel
ini. Versi pertama adalah versi Pararaton yang informasinya didapat dari
Prasasti Kudadu. Pararaton menyebutkan Ken Arok adalah pendiri Kerajaan
Singasari yang digantikan oleh Anusapati (1247–1249 M). Anusapati diganti oleh
Tohjaya (1249–1250 M), yang diteruskan oleh Ranggawuni alias Wisnuwardhana
(1250–1272 M). Terakhir adalah Kertanegara yang memerintah sejak 1272 hingga
1292 M. Sementara pada versi Negarakretagama, raja pertama Kerajaan Singasari
adalah Rangga Rajasa Sang Girinathapura (1222–1227 M). Selanjutnya adalah
Anusapati, yang dilanjutkan Wisnuwardhana (1248–1254 M). Terakhir adalah
Kertanagara (1254–1292 M). Data ini didapat dari prasasti Mula Malurung.
1.
Ken Arok (1222–1227 M)
Pendiri Kerajaan Singasari adalah Ken
Arok yang sekaligus juga menjadi Raja Singasari yang pertama dengan gelar Sri
Ranggah Rajasa Sang Amurwabumi. Munculnya Ken Arok sebagai raja pertama
Singasari menandai munculnya suatu dinasti baru, yakni Dinasti Rajasa
(Rajasawangsa) atau Girindra (Girindrawangsa). Ken Arok hanya memerintah selama
lima tahun (1222–1227 M). Pada tahun 1227 M, Ken Arok dibunuh oleh seorang
suruhan Anusapati (anak tiri Ken Arok). Ken Arok dimakamkan di Kegenengan dalam
bangunan Siwa–Buddha.
2.
Anusapati (1227–1248 M)
Dengan meninggalnya Ken Arok maka takhta
Kerajaan Singasari jatuh ke tangan Anusapati. Dalam jangka waktu
pemerintahaannya yang lama, Anusapati tidak banyak melakukan
pembaharuan-pembaharuan karena larut dengan kesenangannya menyabung ayam. Peristiwa
kematian Ken Arok akhirnya terbongkar dan sampai juga ke Tohjoyo (putra Ken
Arok dengan Ken Umang). Tohjoyo mengetahui bahwa Anusapati gemar menyabung ayam
sehingga diundangnya Anusapati ke Gedong Jiwa (tempat kediamanan Tohjoyo) untuk
mengadakan pesta sabung ayam.
3.
Tohjoyo (1248 M)
Dengan meninggalnya Anusapati maka tahta
Kerajaan Singasari dipegang oleh Tohjoyo. Namun, Tohjoyo memerintah Kerajaan
Singasari tidak lama sebab anak Anusapati yang bernama Ranggawuni berusaha
membalas kematian ayahnya. Dengan bantuan Mahesa Cempaka dan para pengikutnya,
Ranggawuni berhasil menggulingkan Tohjoyo dan kemudian menduduki singgasana.
4.
Ranggawuni (1248–1268 M)
Ranggawuni naik takhta Kerajaan
Singasari pada tahun 1248 M dengan gelar Sri Jaya Wisnuwardana oleh Mahesa
Cempaka (anak dari Mahesa Wongateleng) yang diberi kedudukan sebagai ratu
angabhaya dengan gelar Narasinghamurti. Ppemerintahan Ranggawuni membawa ketenteraman
dan kesejahteran rakyat Singasari.
5.
Kertanegara (1268-1292 M)
Kertanegara adalah
Raja Singasari terakhir dan terbesar karena mempunyai cita-cita untuk
menyatukan seluruh Nusantara. Ia naik takhta pada tahun 1268 dengan gelar Sri
Maharajadiraja Sri Kertanegara. Dalam pemerintahannya, ia dibantu oleh tiga
orang mahamentri, yaitu mahamentri i hino, mahamentri i halu, dan mahamenteri i
sirikan.
C.
Prasasti Mula Malurung
Mandala Amoghapāśa dari
masa Singhasari (abad ke-13), perunggu, 22.5 x 14 cm. Koleksi Museum für
Indische Kunst, Berlin-Dahlem, Jerman. Penemuan prasasti Mula Malurung memberikan
pandangan lain yang berbeda dengan versi Pararaton yang
selama ini dikenal mengenai sejarah Tumapel.
Kerajaan Tumapel disebutkan didirikan oleh Rajasa
yang dijuluki "Bhatara Siwa", setelah menaklukkan Kadiri.
Sepeninggalnya, kerajaan terpecah menjadi dua, Tumapel dipimpin Anusapati sedangkan Kadiri dipimpin
Bhatara Parameswara (aliasMahisa Wonga Teleng).
Parameswara digantikan oleh Guningbhaya,
kemudianTohjaya.
Sementara itu, Anusapati digantikan oleh
Seminingrat yang bergelarWisnuwardhana. Prasasti Mula Malurung juga
menyebutkan bahwa sepeninggalTohjaya,
Kerajaan Tumapel dan Kadiri dipersatukan kembali oleh
Seminingrat. Kadirikemudian menjadi kerajaan bawahan yang
dipimpin oleh putranya, yaitu Kertanagara
D.
Kehidupan Di Kerajaan Singasari
1. Sosial
Dari segi sosial,
kehidupan masyarakat Singasari mengalami masa naik turun. Ketika Ken Arok
menjadi Akuwu di Tumapel, dia berusaha meningkatkan kehidupan masyarakatnya.
Banyak daerah-daerah yang bergabung dengan Tumapel. Namun pada pemerintahan
Anusapati, kehidupan sosial masyarakat kurang mendapat perhatian karena ia
larut dalam kegemarannya menyabung ayam. Pada masa Wisnuwardhana kehidupan
sosial masyarakatnya mulai diatur rapi. Dan pada masa Kertanegara, ia
meningkatkan taraf kehidupan masyarakatnya. Upaya yang ditempuh Raja
Kertanegara dapat dilihat dari pelaksanaan politik dalam negeri dan luar
negeri.
2. Politik
Politik Dalam Negeri:
a.
Mengadakan pergeseran
pembantu-pembantunya seperti Mahapatih Raganata digantikan oleh Aragani, dll.
b.
Berbuat baik terhadap lawan-lawan
politiknya seperti mengangkat putra Jayakatwang (Raja Kediri) yang bernama
Ardharaja menjadi menantunya.
c.
Memperkuat angkatan perang.
Politik Luar Negeri:
a.
Melaksanakan Ekspedisi Pamalayu untuk
menguasai Kerajaan melayu serta melemahkan posisi Kerajaan Sriwijaya di Selat
Malaka.
b.
Menguasai Bali.
c.
Menguasai Jawa Barat.
d.
Menguasai Malaka dan Kalimantan.
3. Kehidupan Ekonomi
Dalam kehidupan
ekonomi, walaupun tidak ditemukan sumber secara jelas. Ada kemungkinan
perekonomian ditekankan pada pertanian dan perdagangan karena Singosari merupakan
daerah yang subur dan dapat memanfaatkan sungai Brantas dan Bengawan Solo
sebagai sarana lalu lintas perdagangan dan pelayaran.
E.
Penyebab Runtuhnya Kerajaan Singasari
Hal yang menyebabkan mundurnya kerajaan Singasari
yakni, pada tahun 1292 M, Jayakatwang (Raja kecil di Kediri) melakukan
pemberontakan. Ternyata Singasari dapat dikalahkan dan Kertanegara dapat
dibunuh. Ini terjadi karena sebagian besar pasukan dikirim untuk melakukan
Ekspedisi Pamalayu. Dengan sedikitnya pasukan di dalam kerajaan, memudahkan
bagi Jakatwang untuk melakukan pemberontakan.
Kertanegara di candikan di Candi Jawi sebagai syiwa-Buddha dan Bairawa
di Candi
Singosari. Sebagian
keluarga di istana melarikan diri yang kelak akan mendirikan Majapahit.
Akhirnya, Jakatwang naik takhta menjadi Raja Singasari. Pada saat penyerangan
tersebut, Raden Wijaya, menantu Kertanegara dapat meloloskan diri ke Madura dan
mendapat pertolongan dari Bupati Sumenep, Arya Wiraraja.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Jadi perjalanan kerajaan Singasari bisa dikatakan berlangsung singkat. Hal
ini terkait dengan adanya sengketa yang terjadi dilingkup istana kerajaan yang
kental dengan nuansa perebutan kekuasaan. Pada saat itu Kerajaan Singasari
sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa. Akhirnya Kerajaan Singasari
mengalami keropos di bagian dalam. Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan
Jayakatwang bupati Gelang-Gelang, yang merupakan sepupu, sekaligus ipar,
sekaligus besan dari Kertanegara sendiri. Dalam serangan itu Kertanegara mati
terbunuh. Setelah runtuhnya Singasari, Jayakatwang menjadi raja dan membangun
ibu kota baru di Kediri. Riwayat Kerajaan Tumapel-Singasari pun berakhir.
B.
Saran
1.
Perlu adanya penjelasan lebih tentang
sejarah Kerajaan Singasari.
2.
Perlu dikembangkannya materi pokok
sejarah Kerajaan Singasari ini.
3.
Setiap siswa dan siswi penerima materi
diharapkan benar-benar tahu tentang sejarah Kerajaan Singasari ini.
DAFTAR PUSTAKA
Comments
Post a Comment